Blog

January 28, 2019

Sejarah Hari Ibu

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pada Peringatan Hari ibu Tahun 2018

Kesamaan pandangan untuk mengubah nasib perempuan di Tanah Air membuat berbagai organisasi perempuan yang ada di Sumatera dan Jawa berkumpul dalam satu tempat. Mereka berdiskusi, bertukar pikiran dan menyatukan gagasannya di Dalem Jayadipuran, Yogyakarta. Bermacam gagasan dan pemikiran diungkapkan dalam Kongres Perempuan pada 90 tahun lalu, 22 Desember 1928. Selama tiga hari, dari 22 Desember sampai 25 Desember terdapat beberapa isu yang dibicarakan dalam pertemuan bersejarah yang dihadiri 600 orang dari 30 organisasi. Isu yang dibahas antara lain pendidikan perempuan bagi anak gadis, perkawinan anak-anak, kawin paksa, permaduan dan perceraian secara sewenang-wenang. Selain itu, kongres juga membahas dan memperjuangkan peran wanita bukan hanya sebagai istri dan pelayan suami saja. Berawal dari situlah, persatuan dari beberapa organisasi wanita ini semakin kuat dan akhirnya tergabung dalam organisasi yang lebih besar, yakni Perikatan Perkoempolan Isteri Indonesia (PPII). Sampai akhirnya, ketika Kongres ketiga, perkumpulan ini mematangkan dan menyuarakan mengenai pentingnya perempuan dan menetapkan 22 Desember, dimulainya Kongres Perempuan I pada 1928, sebagai Hari Ibu.

Partisipasi Pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam Pendidikan Dalam Peringatan Hari IBU Tahun 2018 Mengikuti Lomba Masak Nasi Goreng
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab.Empat Lawang Menerima Tropi Pemenang Lomba Pada Kegiatan Hari ibu Tahun 2018
Berita
About editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *